Pematangsiantar – Rumah Rokok Ilegal Sebuah rumah yang dijadikan tempat produksi rokok ilegal tanpa cukai di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, digerebek oleh petugas gabungan
Penggerebekan dilakukan oleh tim gabungan dari Bea Cukai, Polres Pematangsiantar, dan Satpol PP setelah mendapat laporan dari masyarakat.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan satu orang pria berinisial AR (34) yang diduga sebagai pemilik sekaligus operator produksi.
Rumah yang dijadikan tempat produksi rokok tersebut berada di kawasan padat penduduk, tepatnya di Jalan Melati, Kecamatan Siantar Barat.
Dari luar, rumah tersebut tampak seperti rumah biasa, namun setelah digeledah, ditemukan ratusan ribu batang rokok siap edar tanpa cukai.
Selain rokok, petugas juga menemukan mesin linting manual, kertas pembungkus, dan berbagai bahan baku lainnya yang digunakan dalam produksi.
Penggerebekan ini sontak mengagetkan warga sekitar yang tidak menyangka ada aktivitas ilegal berlangsung selama ini.
“Kami pikir itu rumah biasa, ternyata di dalamnya buat rokok ilegal,” ujar Roni, salah satu warga yang tinggal di dekat lokasi.
Petugas menyatakan bahwa penggerebekan dilakukan setelah penyelidikan selama dua minggu terhadap aktivitas mencurigakan di rumah tersebut.

Baca Juga : Bangunan Kafe Dituduh Salahi Aturan, Massa Geruduk Blue Diamond, Pengusaha Kecewa
Kepala Bea Cukai Pematangsiantar, Iwan Harahap, mengatakan bahwa rumah tersebut telah dijadikan tempat produksi rokok ilegal selama beberapa bulan terakhir.
“Kami menduga ini bukan jaringan kecil, karena barang yang kami temukan nilainya mencapai ratusan juta rupiah,” ujar Iwan kepada wartawan.
Aktivitas ini jelas melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dan dapat dikenai sanksi pidana ini
Dalam pemeriksaan awal, AR mengaku telah menjalankan produksi tersebut sejak awal tahun 2025.
ini Ia juga mengaku belajar meracik dan melinting rokok secara otodidak melalui internet.
Polisi masih mendalami apakah AR bekerja sendiri atau menjadi bagian dari jaringan distribusi yang lebih luas.
Petugas juga menyita satu unit sepeda motor dan buku catatan penjualan sebagai barang bukti tambahan.




